Bagi para pecinta alam dan petualang, Puncak Jontani Nganjuk adalah sebuah nama yang menawarkan janji keindahan sederhana namun memukau. Sebagai salah satu puncak dari gugusan megah Pegunungan Wilis, Jontani (1.595 Mdpl) sering dijuluki sebagai jalur ideal, terutama bagi pendaki pemula, namun tetap menyuguhkan tantangan khas pegunungan Jawa Timur.
Terletak di Desa Bareng, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Puncak Jontani telah bertransformasi menjadi salah satu destinasi pendakian yang populer karena aksesnya yang relatif mudah dan pemandangan sunrise serta view lautan awan yang menawan. Artikel ini akan memandu Anda mengenal lebih dekat pesona Jontani, jalur pendakian, hingga kondisi terkini di lapangan.
Baca juga Pendakian Puncak Gunung Lawu
Jalur Pendakian Via Bareng: Rute Ramah yang Penuh Karakter
Jalur yang paling umum dan dikelola dengan baik menuju Puncak Jontani adalah melalui Basecamp Bareng, Sawahan. Jalur ini terkenal karena estimasi waktu tempuh yang lebih singkat dibandingkan jalur Wilis lainnya, yaitu sekitar 3 hingga 5 jam pendakian normal dari pos perizinan hingga puncak.
Struktur Pos Pendakian (Via Bareng):
Basecamp (Pos Izin): Tempat registrasi dan persiapan akhir. Terdapat sumber air yang bisa diandalkan di area perizinan ini.
Pos 1 (Telon): Awal perjalanan sering melewati jalan makadam atau berbatu yang menanjak, menguji fisik di menit-menit pertama.
Pos 2 (Banyu Umbul): Spot yang cukup ideal untuk istirahat atau mendirikan tenda, terutama karena lokasinya yang dekat dengan sumber air.Pos 3 (Tapan Sewelas): Jalur mulai didominasi tanah dan melewati hutan, dengan banyak papan penunjuk arah, yang menunjukkan pengelolaan jalur yang baik.
Pos 4 (Cigun): Area terbuka lain dengan pemandangan yang mulai memanjakan mata, menawarkan spot istirahat sebelum tanjakan utama.
Pos 5 (Sudung/Camp Area): Lokasi camp terakhir yang paling direkomendasikan karena merupakan lahan datar yang cukup luas, sangat dekat dari puncak, dan juga memiliki sumber air (di pos 5).Baca juga Pantai Clungup: Surga Tersembunyi di Malang
Tantangan Khas Jontani: Tanjakan 'Nyelirit' dan 'Montang-Manting
Meskipun disebut jalur ramah pemula, Puncak Jontani tetap menyimpan tantangan yang ikonik. Beberapa pendaki sering menyebut ada dua tanjakan utama yang menguji mental dan fisik, yaitu :
1. Tanjakan Montang Manting: Terletak di sekitar Pos 4, tanjakan ini terjal dengan jalur tanah, namun masih terasa nyaman dilalui jika tidak dalam kondisi hujan.2. Tanjakan Nylirit: Ini adalah "tanjakan sesungguhnya" menuju puncak. Panjang, terjal, dan seringkali membutuhkan konsentrasi ekstra, terutama di musim hujan ketika kondisi tanah menjadi licin dan berlumpur.
Setelah melewati tanjakan-tanjakan tersebut, rasa lelah akan terbayar lunas. Puncak Jontani, yang berupa lahan datar tidak terlalu luas, menyajikan pemandangan 360 derajat gugusan Pegunungan Wilis. Pemandangan lautan awan saat sunrise sering menjadi primadona utama, di mana para pendaki bisa melihat puncak-puncak Wilis lainnya seolah mengapung di atas samudra kabut.
Untuk memastikan pendakian Anda di Puncak Jontani Nganjuk berjalan lancar dan aman, penting untuk memperhatikan kondisi saat ini, terutama dari segi cuaca dan logistik:
1. Waspada Perubahan Cuaca Wilis
Pegunungan Wilis, termasuk Jontani, terkenal dengan perubahan cuaca yang cepat dan seringnya turun hujan, bahkan di musim kemarau.
Kondisi Jalur: Jalur tanah yang licin dan berlumpur sering ditemui, terutama di trek Montang Manting dan Nylirit.
Tips: Selalu siapkan jas hujan atau raincoat yang memadai dan gunakan alas kaki dengan traksi yang baik. Pendaki yang membawa trekking pole akan sangat terbantu saat melewati jalur yang menurun dan licin.
2. Sumber Air dan Camp Area yang Jelas
Berbeda dengan beberapa gunung lain, Jontani memiliki beberapa sumber air yang mempermudah logistik:
Sumber Air: Sumber air tersedia di Pos Izin, Pos 2 (Banyu Umbul), dan Pos 5 (Sudung). Pastikan Anda mengisi persediaan air di Pos 5 sebelum summit attack.
Kondisi Jalur: Jalur tanah yang licin dan berlumpur sering ditemui, terutama di trek Montang Manting dan Nylirit.
Tips: Selalu siapkan jas hujan atau raincoat yang memadai dan gunakan alas kaki dengan traksi yang baik. Pendaki yang membawa trekking pole akan sangat terbantu saat melewati jalur yang menurun dan licin.
2. Sumber Air dan Camp Area yang Jelas
Berbeda dengan beberapa gunung lain, Jontani memiliki beberapa sumber air yang mempermudah logistik:
Sumber Air: Sumber air tersedia di Pos Izin, Pos 2 (Banyu Umbul), dan Pos 5 (Sudung). Pastikan Anda mengisi persediaan air di Pos 5 sebelum summit attack. Camp Area: Pos 4 dan Pos 5 adalah spot bermalam yang paling ideal.
3. Regulasi dan Informasi Basecamp (Perizinan)
Pengelolaan Basecamp Bareng (Jontani Adventure) saat ini sudah terorganisir, menyediakan registrasi yang jelas dan papan petunjuk yang memadai di setiap persimpangan, sehingga meminimalkan risiko tersesat. Pastikan untuk selalu mengikuti arahan dari petugas Basecamp dan membawa turun kembali semua sampah Anda ("Bawa Sampahmu Turun!").Puncak Jontani Nganjuk adalah pilihan sempurna untuk pendaki yang mencari keindahan Wilis tanpa harus menempuh jalur ekstrem menuju puncak tertingginya. Dengan persiapan yang matang dan kewaspadaan terhadap kondisi jalur, Anda akan mendapatkan pengalaman hiking yang tak terlupakan, disajikan dengan keindahan sunrise spektakuler di atas lautan awan Jawa Timur. Jadikan Jontani sebagai daftar utama petualangan Anda berikutnya!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar