Air Terjun Singokromo Nganjuk: Pengalaman Berkunjung Saat Libur Semester 2026, Semakin Terawat dan Tetap Asri
Daftar Isi
Nama destinasi ini memang sudah lama menjadi ikon wisata di lereng Gunung Wilis dan selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa hanya beberapa kilometer dari Sedudo terdapat sebuah air terjun yang menawarkan suasana berbeda.
Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa hanya beberapa kilometer dari Sedudo terdapat sebuah air terjun yang menawarkan suasana berbeda.
Tempat itu adalah Air Terjun Singokromo, sebuah destinasi yang masih mempertahankan keasrian hutan, udara pegunungan yang sejuk, dan suasana yang jauh lebih tenang.
Saya kembali mengunjungi Air Terjun Singokromo pada Minggu, 28 Juni 2026. Kunjungan ini bukanlah yang pertama.
Saya kembali mengunjungi Air Terjun Singokromo pada Minggu, 28 Juni 2026. Kunjungan ini bukanlah yang pertama.
Saya pernah datang beberapa tahun sebelumnya sehingga memiliki kesempatan membandingkan kondisi kawasan wisata ini dari waktu ke waktu.
Dari pengalaman tersebut, saya merasakan banyak perubahan positif.
Dari pengalaman tersebut, saya merasakan banyak perubahan positif.
Jalur menuju lokasi semakin tertata, beberapa fasilitas baru mulai dibangun, dan kawasan wisata tampak lebih bersih tanpa kehilangan nuansa alaminya.
Baca juga Wisata Pantai Terbaik di Jawa Timur
Suasana Ramai Saat Libur Semester, tetapi Tetap Menenangkan
Hari itu bertepatan dengan masa libur semester sekolah sehingga jumlah pengunjung cukup banyak.Area parkir terlihat dipenuhi kendaraan roda dua maupun roda empat sejak pagi.
Menariknya, pengunjung yang datang sangat beragam. Tidak hanya anak muda yang ingin berburu foto atau menikmati kesejukan alam, saya juga melihat banyak keluarga yang mengajak anak-anak mereka berlibur.
Menariknya, pengunjung yang datang sangat beragam. Tidak hanya anak muda yang ingin berburu foto atau menikmati kesejukan alam, saya juga melihat banyak keluarga yang mengajak anak-anak mereka berlibur.
Ada pula rombongan peziarah yang sebelumnya mengunjungi kawasan wisata religi di sekitar lereng Gunung Wilis sebelum melanjutkan perjalanan ke Singokromo.
Walaupun pengunjung cukup ramai, suasana yang saya rasakan tetap berbeda dibandingkan destinasi wisata yang lebih populer.
Walaupun pengunjung cukup ramai, suasana yang saya rasakan tetap berbeda dibandingkan destinasi wisata yang lebih populer.
Tidak terdengar hiruk-pikuk berlebihan. Suara gemericik air, kicauan burung, dan semilir angin pegunungan masih menjadi "musik alami" yang mendominasi suasana.
Banyak wisatawan memilih mandi di bawah air terjun, sementara sebagian lainnya hanya duduk santai menikmati udara segar bersama keluarga.
Lokasi Air Terjun Singokromo
Air Terjun Singokromo berada di kawasan Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Banyak wisatawan memilih mandi di bawah air terjun, sementara sebagian lainnya hanya duduk santai menikmati udara segar bersama keluarga.
Lokasi Air Terjun Singokromo
Air Terjun Singokromo berada di kawasan Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Lokasinya tidak terlalu jauh dari Air Terjun Sedudo sehingga keduanya sangat cocok dijadikan satu rangkaian perjalanan wisata.
Apabila Anda menggunakan aplikasi navigasi, lokasi ini dapat ditemukan dengan mudah melalui Google Maps.
Apabila Anda menggunakan aplikasi navigasi, lokasi ini dapat ditemukan dengan mudah melalui Google Maps.
Baca juga artikel menarik lainnya Wisata Bukit Surga Sawahan Nganjuk Jawa Timur
Harga Tiket Masuk yang Masih Sangat Bersahabat
Salah satu alasan mengapa wisata ini layak dikunjungi adalah biaya masuknya yang masih sangat terjangkau.Saat saya datang, harga tiket berada di kisaran Rp6.000 per orang, sedangkan biaya parkir sekitar Rp5.000 untuk mobil dan lebih murah untuk sepeda motor.
Saya datang berdua dengan menggunakan mobil. Total biaya yang saya keluarkan sekitar Rp17.000, sehingga kemungkinan sudah termasuk tiket masuk dan biaya parkir.
Dengan biaya tersebut, pengunjung sudah dapat menikmati suasana hutan alami, udara pegunungan yang sejuk, serta panorama air terjun yang masih terjaga keasriannya.
Kendaraan Berhenti di Area Parkir
Sesampainya di pintu masuk, seluruh kendaraan harus berhenti di area parkir bawah. Perjalanan menuju air terjun kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki atau menggunakan jasa ojek lokal.Bagi saya, aturan ini justru menjadi salah satu alasan mengapa kawasan Singokromo masih terasa alami.
Tidak ada kendaraan yang lalu-lalang hingga mendekati lokasi air terjun sehingga suasana tetap tenang.
Pengunjung memiliki dua pilihan untuk mencapai lokasi.
Pilihan pertama adalah berjalan kaki melewati jalur setapak yang dikelilingi pepohonan rindang. Jalur ini cukup nyaman bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana alam sekaligus berolahraga ringan.
Pilihan kedua adalah menggunakan jasa ojek lokal dengan tarif sekitar Rp10.000 per orang. Tarif tersebut hampir sama dengan ojek menuju Air Terjun Sedudo.
Keberadaan ojek sangat membantu, terutama bagi lansia, keluarga yang membawa anak kecil, maupun wisatawan yang kurang kuat berjalan menanjak dan menuruni tangga.
Pengunjung memiliki dua pilihan untuk mencapai lokasi.
Pilihan pertama adalah berjalan kaki melewati jalur setapak yang dikelilingi pepohonan rindang. Jalur ini cukup nyaman bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana alam sekaligus berolahraga ringan.
Pilihan kedua adalah menggunakan jasa ojek lokal dengan tarif sekitar Rp10.000 per orang. Tarif tersebut hampir sama dengan ojek menuju Air Terjun Sedudo.
Keberadaan ojek sangat membantu, terutama bagi lansia, keluarga yang membawa anak kecil, maupun wisatawan yang kurang kuat berjalan menanjak dan menuruni tangga.
Rekomendasi tempat wisata Duran Duren Wonosalam Jombang Jawa Timur
Perjalanan Menuju Air Terjun Menjadi Bagian dari Pengalaman Wisata
Menurut saya, daya tarik Singokromo tidak hanya terletak pada air terjunnya, tetapi juga perjalanan menuju lokasi.Sepanjang jalur, pepohonan besar masih tumbuh lebat sehingga udara terasa begitu sejuk.
Cahaya matahari hanya sesekali menembus celah dedaunan, menciptakan suasana teduh yang membuat perjalanan tidak terasa melelahkan.
Suara burung liar berpadu dengan gemericik aliran sungai kecil yang mengiringi langkah para pengunjung.
Saya juga melihat beberapa papan edukasi dan tulisan yang dipasang pada pohon-pohon di sepanjang jalur.
Suara burung liar berpadu dengan gemericik aliran sungai kecil yang mengiringi langkah para pengunjung.
Saya juga melihat beberapa papan edukasi dan tulisan yang dipasang pada pohon-pohon di sepanjang jalur.
Tulisan-tulisan tersebut tampak masih baru sehingga memberi kesan bahwa pengelola terus berupaya mempercantik sekaligus memberikan informasi kepada wisatawan.
Bagi saya, perjalanan menuju air terjun justru menjadi salah satu bagian paling menyenangkan dari kunjungan ini.
Bagi saya, perjalanan menuju air terjun justru menjadi salah satu bagian paling menyenangkan dari kunjungan ini.
Kondisi Air Terjun Kini Terlihat Lebih Terawat
Karena pernah datang beberapa tahun sebelumnya, saya cukup mudah melihat perubahan yang terjadi.Kini beberapa fasilitas baru mulai tersedia, salah satunya pagar besi yang dipasang di sepanjang tangga menuju lokasi air terjun.
Keberadaan pagar ini tentu sangat membantu menjaga keselamatan pengunjung karena jalur menuju dasar air terjun memiliki kemiringan yang cukup tajam.
Meski demikian, saya masih melihat beberapa bagian pagar yang tampaknya baru dipasang dan belum seluruhnya diperkuat dengan pondasi permanen.
Oleh karena itu, saya tetap menyarankan setiap pengunjung berhati-hati ketika menuruni tangga dan tidak menjadikan pagar sebagai satu-satunya tumpuan.
Semoga ke depan seluruh fasilitas tersebut dapat disempurnakan sehingga keamanan wisatawan semakin meningkat.
Kebersihan Kawasan Patut Diapresiasi
Hal lain yang membuat saya terkesan adalah kondisi kebersihan kawasan wisata.Mulai dari area parkir hingga lokasi air terjun, saya hampir tidak menemukan sampah berserakan.
Kondisi ini menunjukkan adanya kepedulian pengelola maupun pengunjung terhadap kelestarian lingkungan.
Meskipun demikian, menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.
Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula tantangan menjaga kawasan ini tetap lestari.
Air Jernih, Udara Sejuk, dan Panorama yang Menenangkan
Sesampainya di lokasi utama, rasa lelah selama perjalanan langsung terbayar.Air Terjun Singokromo mengalir deras dengan air yang tampak sangat jernih.
Udara pegunungan begitu segar karena kawasan ini masih dikelilingi pepohonan hijau yang rapat.
Sebagian pengunjung memilih mandi menikmati dinginnya air pegunungan, sedangkan yang lain duduk santai di bebatuan sambil menikmati suara alam.
Tidak sedikit pula wisatawan yang mengabadikan momen melalui foto maupun video karena panorama di sekitar air terjun memang sangat fotogenik.
Warung Masih Terbatas, Suasana Tetap Alami
Berbeda dengan kawasan Sedudo yang dipenuhi pedagang, jumlah warung di Singokromo masih relatif sedikit.Saat saya datang, hanya terdapat satu warung di dekat area air terjun yang berada di seberang aliran sungai dan satu warung lagi di bagian atas jalur menuju lokasi.
Menurut saya, kondisi ini justru memberikan nilai lebih karena kawasan wisata tetap terasa alami tanpa dipenuhi bangunan komersial.
Bagi wisatawan, sebaiknya tetap membawa bekal air minum sendiri agar perjalanan lebih nyaman.
Mudah Dikunjungi Bersama Air Terjun Sedudo
Jika Anda sedang berwisata di kawasan Sawahan, Air Terjun Singokromo sangat layak dimasukkan ke dalam daftar perjalanan.
Jaraknya relatif dekat dari Air Terjun Sedudo sehingga kedua destinasi ini dapat dikunjungi dalam satu hari.
Kondisi jalan menuju lokasi menurut pengalaman saya sudah cukup baik dan nyaman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Asal-Usul Nama Singokromo
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah mengenai asal-usul nama "Singokromo".Hingga saya menulis artikel ini, belum ditemukan sumber sejarah resmi yang menjelaskan asal-usul penamaan tersebut.
Kemungkinan besar nama tersebut berasal dari cerita rakyat atau tradisi lisan masyarakat sekitar yang diwariskan secara turun-temurun.
Karena belum terdokumentasi secara ilmiah, kisah mengenai nama Singokromo masih menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal yang menarik untuk ditelusuri lebih lanjut.
Tips Berkunjung ke Air Terjun Singokromo
Agar perjalanan semakin nyaman, berikut beberapa tips berdasarkan pengalaman saya:Datang pada pagi hari agar udara masih sangat segar.
Gunakan alas kaki yang tidak licin karena jalur menuju air terjun cukup curam.
Siapkan pakaian ganti apabila ingin bermain air.
Bawa air minum sendiri selama perjalanan.
Tetap menjaga kebersihan dengan membawa kembali sampah pribadi.
Jika membawa orang tua atau anak kecil, pertimbangkan menggunakan jasa ojek lokal.
Kesimpulan
Kunjungan saya pada 28 Juni 2026 memberikan kesan yang jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Air Terjun Singokromo kini terlihat semakin tertata tanpa kehilangan karakter alaminya. Jalur menuju lokasi mulai diperbaiki, fasilitas keselamatan terus ditambah, dan kebersihan kawasan cukup terjaga.
Bagi wisatawan yang mencari tempat untuk melepas penat, menikmati udara pegunungan, mendengarkan suara alam, atau sekadar menjauh sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan, Air Terjun Singokromo merupakan pilihan yang sangat layak dipertimbangkan.
Mungkin popularitasnya masih berada di bawah Air Terjun Sedudo. Namun justru itulah daya tarik utamanya.
Keheningan hutan, kejernihan air, kesejukan udara, dan suasana yang masih alami menjadikan Air Terjun Singokromo sebagai salah satu permata tersembunyi di lereng Gunung Wilis yang patut dijaga sekaligus diperkenalkan kepada lebih banyak wisatawan.

Posting Komentar