Nasi Pecel Rp5.000 Menuju Bukit Surga Nganjuk, Murah, Enak, dan Bikin Kangen

Daftar Isi
Nasi pecel tradisional khas Nganjuk disajikan di atas daun jati dengan kerupuk besar, memberikan tampilan kuliner tradisional yang autentik

Berwisata ke kawasan pegunungan tentu tidak hanya soal menikmati keindahan alam. Pengalaman wisata akan terasa lebih lengkap jika kita juga mencicipi kuliner khas daerah setempat.

Hal inilah yang saya rasakan saat berkunjung ke Wisata Bukit Surga, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, pada Minggu, 5 Juli 2026.

Sebelum sampai di lokasi wisata, sekitar satu kilometer menjelang gerbang Bukit Surga, saya dan seorang teman memutuskan berhenti di sebuah warung sederhana yang berada di pinggir jalan.

Dari luar, warung tersebut tampak biasa saja. Bangunannya sederhana, terbuat dari kayu dengan teras kecil.

Tidak ada papan nama yang mencolok ataupun dekorasi seperti kafe modern. Namun justru kesederhanaan itulah yang membuat suasananya terasa hangat dan khas pedesaan.

Baca juga Dua Air Terjun di Nganjuk Air Terjun Sedudo dan Air Terjun Singokromo 

Begitu duduk, kami langsung memesan dua porsi nasi pecel dan dua cangkir kopi. Tidak membutuhkan waktu lama, pesanan datang dengan penyajian yang sangat menarik.

Nasi pecel disajikan menggunakan alas daun jati yang dibentuk menyerupai mangkuk. Aroma daun jati yang khas memberikan sensasi tradisional yang semakin menggugah selera.

Kuliner Sederhana dengan Rasa Istimewa

Nasi pecel memang bukan makanan yang asing di Kabupaten Nganjuk. Hampir di setiap sudut kota, terutama pada sore hingga malam hari, kita dapat menemukan penjual nasi pecel.

Bahkan kuliner ini sudah menjadi salah satu identitas kuliner masyarakat Nganjuk.

Namun, nasi pecel yang saya nikmati kali ini memiliki kesan tersendiri.

Satu porsi terdiri atas Nasi putih hangat, Aneka sayuran rebus, Sambal pecel khas Nganjuk yang terasa gurih dan pedas,Tempe goreng. Rempeyek renyah sebagai pelengkap.

Disajikan di atas daun jati sehingga aroma makanannya semakin nikmat.

Sambal pecelnya memiliki cita rasa kacang yang kuat dengan perpaduan manis, gurih, dan pedas yang pas.

Jika anda menyukai wisata pantai yang masih alami dan sepi pengunjung baca disini Dua Pantai Yang Masih Alami di Tulungagung Pantai Coro dan Pantai Sanggar

Bumbu meresap ke sayuran sehingga setiap suapan terasa lezat. Tempenya juga masih hangat, sedangkan rempeyeknya renyah dan tidak mudah melempem.

Bagi saya, rasanya tidak kalah dengan nasi pecel yang dijual di restoran atau tempat makan terkenal

Harga yang Sulit Dipercaya

Yang paling membuat saya terkejut bukan hanya rasanya, tetapi juga harganya.

Satu porsi nasi pecel lengkap tersebut ternyata hanya Rp 5.000.

Sementara itu, secangkir kopi hitam yang kami pesan hanya dihargai Rp 3.000.

Di tengah harga makanan yang terus naik di berbagai daerah, menemukan makanan dengan rasa enak namun harga semurah ini tentu menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Dengan uang Rp 8.000 saja, saya sudah bisa menikmati satu porsi nasi pecel lengkap dan secangkir kopi hangat.

Lokasi warung yang saya singgahi dapat ditemukan di sini Lokasi warung nasi pecel dengan harga Rp. 5.000 

Sulit rasanya menemukan harga seperti ini di kawasan wisata yang biasanya identik dengan harga lebih mahal.

Keramahan Warga Pedesaan yang Membuat Betah

Selain makanan yang lezat dan murah, hal lain yang paling berkesan adalah keramahan pemilik warung.

Kami sempat berbincang sebentar mengenai kondisi jalan menuju Bukit Surga dan suasana wisata saat akhir pekan.

Pemilik warung melayani dengan ramah seperti menyambut tamu yang sudah lama dikenal.

Yang paling membuat saya terharu, sebelum kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi camping di Bukit Surga, pemilik warung bahkan memberikan beberapa potong pohong (singkong) rebus secara gratis untuk kami bawa sebagai bekal.

Bagi sebagian orang mungkin nilainya tidak besar, tetapi perhatian kecil seperti ini justru menunjukkan keramahan masyarakat pedesaan yang masih sangat terasa di wilayah Sawahan.

Artikel menarik lainnya bagi yang menyukai wisata pantai Pantai Tambakrejo Kabupaten Blitar Pantai yang Cocok Untuk Wisata Keluarga 

Pengalaman sederhana seperti inilah yang sering kali justru menjadi kenangan paling berharga ketika melakukan perjalanan.

Banyak Warung Murah di Sepanjang Jalan Menuju Bukit Surga

Menurut pengamatan saya, warung tempat saya makan bukanlah satu-satunya.

Sepanjang jalan menuju kawasan Bukit Surga terdapat cukup banyak warung kecil milik warga yang menjual menu serupa, seperti nasi pecel, kopi, teh hangat, gorengan, hingga makanan rumahan lainnya.

Sebagian besar masih mempertahankan harga yang sangat terjangkau.

Bahkan kemungkinan besar kita bisa menemukan nasi pecel dengan harga yang hampir sama, sekitar Rp5.000 hingga Rp7.000 tergantung lauk yang dipilih.

Warung-warung tersebut memang tidak terlihat mewah. Namun justru di tempat-tempat sederhana seperti inilah sering tersimpan cita rasa kuliner asli daerah yang sulit ditemukan di restoran modern.

Lebih Hemat Sebelum Masuk Area Wisata

Di kawasan Bukit Surga sendiri tersedia berbagai pilihan makanan dan minuman.

Namun seperti kebanyakan objek wisata lainnya, harga makanan di dalam area wisata umumnya sedikit lebih mahal atau mengikuti standar harga kafe.

Hal tersebut tentu wajar karena biaya operasional di kawasan wisata juga lebih tinggi.

Oleh karena itu, bagi wisatawan yang ingin lebih hemat, saya menyarankan agar mampir terlebih dahulu di warung-warung warga sebelum memasuki kawasan wisata.

Destinasi menarik lainnya Air Terjun Coban Canggu Pacet Mojokerto yang Spektakuler 

Selain bisa menikmati kuliner khas Nganjuk dengan harga murah, kita juga sekaligus membantu perekonomian masyarakat sekitar.

Dengan begitu, manfaat pariwisata tidak hanya dirasakan oleh pengelola wisata, tetapi juga oleh warga yang tinggal di sepanjang jalur menuju lokasi.

Tradisi Nasi Pecel di Kabupaten Nganjuk

Nasi pecel sudah lama menjadi makanan favorit masyarakat Nganjuk.

Keunikan nasi pecel khas Nganjuk terletak pada sambalnya yang cenderung lebih pedas dengan aroma daun jeruk dan kencur yang cukup kuat.

Penyajiannya pun sering menggunakan daun pisang atau daun jati sehingga memberikan aroma alami yang menambah kenikmatan saat disantap.

Tidak heran apabila banyak wisatawan yang sengaja mencari nasi pecel ketika berkunjung ke Kabupaten Nganjuk.

Bahkan beberapa orang beranggapan bahwa belum lengkap rasanya datang ke Nganjuk jika belum mencicipi nasi pecel khas daerah ini.

Fenomena yang Juga Dapat Ditemukan Menuju Air Terjun Sedudo

Pengalaman menemukan warung murah seperti ini ternyata tidak hanya ada di jalur menuju Bukit Surga.

Di kawasan Kecamatan Sawahan, khususnya sepanjang jalan menuju Air Terjun Sedudo, juga banyak berdiri warung-warung sederhana milik warga.

Sebagian besar menjual menu yang hampir sama, yaitu nasi pecel, kopi, teh, mie rebus, gorengan, hingga berbagai jajanan tradisional.

Harga yang ditawarkan pun relatif murah dibandingkan tempat makan di kawasan wisata.

Karena itulah, banyak warga lokal maupun wisatawan yang memilih sarapan atau makan terlebih dahulu di warung pinggir jalan sebelum melanjutkan perjalanan menuju objek wisata.

Kuliner Murah Menjadi Daya Tarik Tersendiri

Banyak orang beranggapan bahwa daya tarik wisata hanya terletak pada panorama alamnya. Padahal, kuliner lokal juga menjadi bagian penting yang mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

Warung-warung kecil di sepanjang jalan menuju Bukit Surga membuktikan bahwa makanan sederhana dengan harga terjangkau justru mampu meninggalkan kesan yang mendalam.

Baca juga Tebing Banyu Muluk Tulungagung Jawa Timur 

Tidak hanya karena rasanya yang enak, tetapi juga karena suasana pedesaan yang tenang, penyajian tradisional menggunakan daun jati, serta keramahan masyarakat yang masih sangat terasa.

Bagi para pencinta wisata alam sekaligus wisata kuliner, pengalaman seperti ini tentu menjadi nilai tambah yang tidak dapat diukur hanya dengan uang

Perjalanan saya menuju Bukit Surga Nganjuk memberikan pelajaran bahwa pengalaman wisata terbaik tidak selalu berasal dari tempat yang mewah.

Terkadang, sebuah warung sederhana di pinggir jalan justru menghadirkan kenangan yang paling membekas.

Dengan hanya Rp5.000, saya bisa menikmati nasi pecel khas Nganjuk yang lezat. Ditambah secangkir kopi hangat seharga Rp3.000, perjalanan menuju Bukit Surga terasa semakin menyenangkan.

Bonus berupa singkong rebus yang diberikan secara cuma-cuma oleh pemilik warung menjadi bukti bahwa keramahan masyarakat pedesaan masih sangat terjaga.

Karena itu, jika Anda berencana berwisata ke Bukit Surga atau destinasi lain di Kecamatan Sawahan seperti Air Terjun Sedudo, luangkan waktu untuk berhenti di warung-warung kecil sebelum memasuki kawasan wisata.

Selain bisa menikmati cita rasa autentik nasi pecel khas Nganjuk dengan harga yang sangat bersahabat, Anda juga ikut mendukung usaha kecil masyarakat lokal.

Siapa tahu, seperti yang saya alami, Anda pulang bukan hanya membawa foto-foto indah dari pegunungan, tetapi juga membawa cerita hangat tentang kuliner sederhana dan keramahan warga yang akan selalu dikenang.

Rekomendasi Hotel dan Penginapan

Jika Anda berasal dari luar Kabupaten Nganjuk dan ingin menjelajahi Bukit Surga, Air Terjun Sedudo, maupun destinasi wisata lain di kawasan Sawahan tanpa terburu-buru, menginap semalam bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman.

Salah satu hotel yang cukup populer adalah Front One Hotel Nganjuk dengan fasilitas lengkap dan akses yang mudah menuju berbagai objek wisata. 

Sebaiknya lakukan reservasi lebih awal, terutama saat akhir pekan atau musim liburan, agar pilihan kamar masih tersedia.

Pertanyaan Yang Sering Muncul

Berapa harga nasi pecel menuju Bukit Surga Nganjuk ?

Harga satu porsi nasi pecel di warung yang saya kunjungi adalah sekitar Rp5.000.

Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan penjual.

Di mana lokasi warung nasi pecel tersebut ?

Warung berada di Desa Bareng, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, sekitar satu kilometer sebelum gerbang Wisata Bukit Surga.

Apakah tersedia kopi di warung tersebut?

Ya. Kopi hitam dijual sekitar Rp3.000 per cangkir.

Apakah ada banyak warung menuju Bukit Surga?

Ada. Sepanjang jalan menuju Bukit Surga terdapat beberapa warung sederhana milik warga yang menjual nasi pecel, gorengan, kopi, teh, dan makanan rumahan dengan harga terjangkau.

Apakah lebih baik makan sebelum masuk Bukit Surga?

Jika ingin berhemat, sebaiknya makan terlebih dahulu di warung-warung warga sebelum memasuki kawasan wisata.

Posting Komentar

🎟️ Tiket Atraksi & Aktivitas

Pesan tiket masuk berbagai tempat wisata dan aktivitas seru secara online agar perjalanan lebih praktis.

Lihat Promo Atraksi

🏨 Rekomendasi Hotel & Penginapan

Jika Anda berencana menginap di sekitar destinasi wisata ini, bandingkan berbagai pilihan hotel dengan harga promo terbaik melalui tautan berikut.

Cek Harga Hotel Sekarang
🚗 Butuh Rental Mobil?

Ingin perjalanan wisata lebih nyaman dan fleksibel? Pesan rental mobil secara online dengan berbagai pilihan kendaraan, harga yang kompetitif, serta proses pemesanan yang praktis.

🚘 Cek Rental Mobil

✈️ Cari Tiket Pesawat Murah

Pesan tiket pesawat menuju kota tujuan dengan harga terbaik agar perjalanan wisata Anda semakin hemat.

Cek Tiket Pesawat
Klook.com